Diskusi Inovasi Pengolahan Mineral, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Kunjungi PILM

Berbagi Kabar Ini


Perekayasa dari Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi berkunjung ke Politeknik Industri Logam Morowali (PILM). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan Inovasi Teknologi Pengolahan dan Pemurnian Nikel.

Rabu(23/10) siang, perekayasa dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi berkunjung ke Politeknik Industri Logam Morowali (PILM). Mereka adalah Abdul Hapid, Faizal Abidin, Ridha Indra, Yurian Andrameda. Keempatnya merupakan perekayasa dari Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Mineral BPPT.  Kunjungan ini diterima langsung oleh Direktur Politeknik Industri Logam Morowali, Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha dan Pembantu Direktur(Pudir) II Agus Salim Opu., S.T., MM. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan Inovasi Teknologi Pengolahan dan Pemurnian Nikel. Melalui kunjungan ini, para perekayasa BPPT melakukan diskusi bersama Dosen PILM serta kunjungan ke Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Dalam kunjungan di hari pertama, para perekayasa BPPT menghimpun keterangan melalui Focused Group Discussion (FGD) terkait pengolahan mineral dan logam di industri saat ini. Diskusi Bersama 14 orang dosen beserta Direktur dan Pudir II Politeknik Industri Logam Morowali. Diskusi berlangsung hangat serta membedah berbagai topik terkait kondisi pengolahan mineral dan logam di Indonesia saat ini. Mulai dari system rantai pasok mineral, teknologi pengolahan mineral, hingga berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan BPPT terkait pengolahan mineral.

Pada hari kedua, Kamis (24/10), keempat perekayasa BPPT didampingi Dosen Politeknik Industri Logam Morowali berkunjung ke kawasan IMIP. Kunjungan ini bertujuan mengetahui secara langsung kondisi industri pengolahan logam di kawasan IMIP. Melalui observasi secara langsung ini, para perekayasa BPPT serta Dosen PILM melakukan observasi untuk mendapatkan gambaran riil terkait pengolahan mineral dan logam di Indonesia, khususnya di kawasan IMIP.

Pelantikan Mahasiswa Baru PILM: Cetak Generasi Tangguh Penggerak Industri Logam Nasional

Berbagi Kabar Ini

“Mahasiswa juga dituntut untuk peka terhadap lingkungan serta masyaraka di kawasan industri yang tengah berkembang pesat.” -Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha, Direktur Politeknik Industri Logam Morowali

Suasana hikmat dan meriah mewarnai Upacara Pelantikan Mahasiswa Baru dan Kuliah Perdana Politeknik Industri Logam Morowali-Kementerian Perindustrian(PILM) Angkatan 2019. Perhelatan yang berlangsung pada  Senin (02/09) ini dihadiri seluruh Pimpinan PILM serta Direktur Operasional PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Irsan Wijaya, dan Manager HRD PT. IMIP Achmanto Mendatu.

Seluruh mahasiswa barun PILM merupakan putra – puteri terbaik yang disaring melalui proses seleksi yang kompetitif di empat kota: Morowali, Palu, Kendari, dan Makassar. Selain dari pulau Sulawesi, mahasiswa baru PILM ini berasal dari berbagai daerah, antara lain: Semarang, Balikpapan, dan kota-kota lain di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Industri Logam Morowali Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha menyampaikan apresiasinya. Prof. Isa menegaskan, mahasiswa baru PILM merupakan SDM unggul yang terseleksi melalui serangkaian ujian. Prof. Isa juga mengungkapkan bahwa mahasiswa baru PILM dituntut untuk cepat beradaptasi terhadap atmosfer kampus yang link and match dengan sector industri. “Mahasiswa baru harus tekun dan giat dalam belajar agar dapat menyerap dan menguasai materi dari kurikulum dan metode pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan industri,” papar Guru Besar Insttitut Teknologi Bandung ini.

Lebih lanjut, Prof. Isa juga mendorong mahasiswa agar akrab dengan alam dan masyarakat di lingkungan sekitar kampus. “Mahasiswa juga dituntut untuk peka terhadap lingkungan serta masyaraka di kawasan industri yang tengah berkembang pesat,” papar Prof. Isa, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Politeknik Manufaktur Bandung.

Hal senada diungkapkan Direktur Operasional PT. IMIP, Irsan Widjaja. Ia menekankan pentingnya mengasah skill dan pengetahuan agar mahasiswa baru PILM mampu menjadi generasi professional, berkualitas, kompeten, dan kompetitif. Irsan menegaskan, kerjasama antara PT. IMIP dan PILM akan semakin kuat serta menghasilkan kontribusi positif, tak hanya bagi sektor industri tapi juga bagi Indonesia.

Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Morowali: Asah Lifeskill di Alam Terbuka

Berbagi Kabar Ini
??

Semangat dan keberanian tampak menyala di mata para anggota Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Industri Logam Morowali. Terik Matahari pada Minggu, 4 Agustus itu tak menyurutkan nyali mereka. Sebanyak 26 anggota Mapala Politeknik Industri Logam Morowali ini berbaris tegap, siap memulai upacara pembukaan Pelatihan Dasar Lifeskill bagi anggota Mapala PILM.

??

Selama empat hari kedepan mereka akan mendapatkan berbagai materi seputar alam terbuka, mountaineering, navigasi darat, survival, hingga simulasi bitani dan zoologi praktis, simulasi air, simulasi api, simulasi trap, dan berbagai pengetahuan lain, khususnya seputar penjelajahan di alam terbuka.

Tak kurang dari 26 anggota Mapala Politeknik Industri Logam Morowali ini dilatih untuk terjun langsung di Kawasan Hutan Desa Bete-bete, Morowali.


Selama 4 hari, para petualang muda ini mendapatkan serta mengasah pengetahuan mereka melalui praktik langsung di alam liar.

Pelatihan lifeskill untuk Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Politeknik Industri Logam Morowali berlangsung di lingkungan kampus serta kawasan hutan dan sumber air Desa Bete-bete, Morowali, Sulawesi Tengah.

Peserta kegiatan yang berjumlah 26 orang yang merupakan anggota Mapala PILM angkatan 2018 dan 2019. Pelatihan ini mengundang instruktur profesional dari Pecinta Alam Wanadri, Bandung, Jawa Barat.