Direktur Politeknik Industri Logam Morowali Menjadi Pembicara di ISMEVD 2019

Berbagi Kabar Ini

Direktur Politeknik Industri Logam Morowali Prof.Dr.Isa S.Toha,M.Sc  menjadi pembicara dalam The 1st Internasional Scientific Meeting On Engineering and Its Vocational Education 2019 (ISMEVD 2019). Acara yang diselenggarakan oleh Politeknik Akademi Teknologi Industri (ATI) Makassar ini berlangsung di Jassmin Hall Claro Convention Hotel Pettarani Makassar, Kamis (31/10/2019).

Jumlah Makalah berjumlah 53. Acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 tersebut juga diselingi dengan penanda tanganan MOU antara Direktur Politeknik Industri Logam Morowali dengan Politeknik ATIM.

Kegiatan bertemakan Enhancing Material and Engineering Process To Support Industry 4.0 ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai Universitas di Indonesia. Selain Prof. Isa,  ISMEVD ini juga menampilkan Prof.Dr.Wong Kuan Yew (univ.Teknologi Malaysia) sebagai pembicara.

Adapun tujuan perhelatan ini adalah sebagai sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman penelitian di bidang teknik dan desain untuk pendidikan kejuruan. “Konvrensi ini bertujuan untuk membangun jaringan di antara sesama peneliti untuk meningkatkan pelaksanaan penelitian bersama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia bidang desain, terutama dalam pendidikan,” kata Chairman of ISMEVD 2109, Dr.Eng.Abd.Nasser Arifin.,ST.,M.Eng.

Sementara itu, Pembantu Direktur I Windi Mudriadi, S.T., M.T., mengapresiasi kepada pihak yang telah berkontribusi pada acara ISMEVD, khususnya kepada penulis yang telah berpartisipasi dalam Pertemuan Ilmiah Internasional ke – 1 pada Teknik dan Pendidikan Kejuruannya, untuk Makassar 2019.

Beberapa peserta yang hadir dari penulis dari kampus nasional dan internasional diantaranya Universitas Alexandria di Mesir, Politeknik STMI Jakarta, Akom Solo, Universitas Sebelas Maret, Politeknik PTKI Medan, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Balikpapan, Universitas Sampoerna, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Hasanuddin, STIMIK Handayani, auniversitas Fajar, UKIP Paulus, Akom Bantaeng dan Politeknik ATI Makassar.

Politeknik Industri Logam Morowali Menuju Industri 4.0.

Berbagi Kabar Ini

Menyangkut tentang amanat undang-undang No.12 Tahun 2012 tentang sistem pendidikan tinggi, dengan tegas menyatakan bahwa perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan tridharma perguruan tinggi yaitu menyelengarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menyelengarakan kewajiban tersebut perguruan tinggi dituntut agar memiliki dosen yang kompeten serta mampu menyusun proposal penelitian, melaksanakan penelitian, mendesiminasikan hasil penelitian dan pada akhirnya menghasilkan berbagai proses dan produk teknologi, seni, dan budaya yang berujung antara lain pada hak atas kekayaan intelektual dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Untuk mencapai tujuan tersebut, para dosen di lingkungan Politeknik Industri Logam Morowali dibawah Kementerian Perindustrian telah mendapatkan hasil yang memuaskan dalam mengikuti kegiatan bertajuk SPIRIT yaitu Sarana Penelitian Industri Terapan dengan mengedepankan teknologi Industri 4.0. dimana pada kegiatan tersebut Politeknik Industri Logam Morowali membuat dua project teknologi yang mengarah pada kebutuhan industri dan masyarakat tentunya dengan menambahkan teknologi industri 4.0. didalamnya.

project pertama yaitu robot AGV yang digunakan untuk keperluan transfer barang/komponen antar area kerja, dengan menggunakan sistem jaringan wireless yang sudah terintegrasi untuk peminjaman dan pengembalian barang/komponen, teknologi robot AGV bisa langsung mengantarkan atau mengembalikan barang sesuai dengan lokasi yang sudah ditentukan oleh user, sehingga diharapkan para user tidak perlu membuang tenaga lagi untuk mengambil barang/komponen yang mereka butuhkan, dan project ini telah mendapatkan peringkat ke 4 dari 16 peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Selanjutnya project kedua yaitu alat pembersih sepatu safety yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan sepatu user pada area kerja yang membutuhkan kebersihan lebih. Teknologi ini setidaknya baru pertama kali dibuat untuk skala penggunaan pada industri, karena mempertimbangkan penggunaan sepatu safety diluar ruangan yang pasti lebih kotor dibandingkan dengan penggunaan didalam ruangan. Sehingga diharapkan alat ini dapat menjadi terobosan baru untuk menjaga kebersihan dilingkungan area kerja industri. Project kedua ini juga telah mendapatkan peringkat ke 5 dari 16 peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Dengan adanya kegiatan SPIRIT, diharapkan dapat memacu semangat para dosen di lingkungan Kementerian Perindustrian dalam melakukan penelitian dan meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan penelitian terapan khususnya penelitian yang diharapkan dapat bermanfaat bagi industri.