#PILMORA2019: Ajang Kreativitas Mahasiswa

Berbagi Kabar Ini

 Suasana hangat dan meriah mewarnai perhelatan Pekan Ilmiah mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali (Pilmora) pada 5-6 Juli 2019. Di salah satu sudut aula Perpustakaan, beberapa mahasiswa tampak berpose sembari berswafoto di photobooth bertemakan instagram Pilmora. Perhelatan tahunan ini memang menjadi wadah bagi mahasiswa PILM dalam menyalurkan kreativitas dan inovasi. Dalam edisi perdana ini, Pilmora 2019 mengusung tema “Membangun Generasi Milenial Indonesia Berwawasan Revolusi Industri 4.0”.

Pilmora2019 digagas untuk menjadi ajang unjuk kebolehan mahasiswa PILM dalam berbagai bidang. Para mahasiswa memamerkan bakat mereka lewat kompetisi Desain Poster, Orasi Ilmiah, Penulisan Artikel Ilmiah, hingga Produksi Video Dokumenter.

Perhelatan pilmora memang menjadi pesta yang mempertemukan kreativitas, jiwa intelektual, serta semangat inovasi mahasiswa PILM. Maka, jangan heran jika mahasiswa Teknik Listri dan Istalasi dan Teknik Perawatan Mesin menumpahkan bakat seni mereka dalam komposisi warna dan visual dalam desain poster.

Ada pula mahasiswa Teknik  Kimia Mineral yang berorasi layaknya politikus saat mempresentasikan artikel ilmiah mereka. Ajang tahunan ini seakan menjadi ajang pembuktian mahasiswa dalam penguasaan softskill di luar pendidikan eksakta yang mereka dapatkan sehari-hari.

Kuliah di Poltek Morowali: Beasiswa Penuh Kementerian Perindustrian dan Ikatan Kerja

Berbagi Kabar Ini


Politeknik negeri di bawah Kementerian Perindustrian RI ini memberikan beasiswa penuh dan fasilitas asrama kepada seluruh mahasiswa. Proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru akan dilakukan di Morowali, Makassar, Palu, dan Kendari.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang industri. Di antaranya dengan pendirian politeknik di kawasan industri. Salah satunya adalah Politeknik Industri Logam Morowali (PILM). “Sejak awal, Politeknik Industri Logam Morowali didirikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, khususnya bagi putra-putri di Sulawesi dan sekitarnya,” jelas Yusdianto, STP., M.Si., Pembantu Direktur III PILM. 

Politeknik negeri yang terletak di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah ini didirikan sejak 2017 lalu. Direktur PILM, Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha, M.Sc., merupakan guru besar di Institut Teknologi Bandung yang juga pernah menjabat Direktur Politeknik Manufaktur Bandung.

Sejak awal, politeknik ini ditargetkan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang industri pengolahan logam nasional. Selain memberikan beasiswa penuh hingga lulus, ada pula fasilitas asrama gratis di tahun pertama.

Tak ayal, setiap tahun politeknik ini selalu diserbu pendaftar. Antusiasme yang tak kalah tinggi juga terlihat pada periode pendaftaran tahun ini. Periode pendaftaran tahun ini dimulai sejak 1 April 2019 hingga 13 Juli mendatang. “Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra – putrid terbaik di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan sekitarnya untuk dididik menjadi insan profesional dan berkualitas, yang dibutuhkan oleh industri,” papar Agus Salim Opu, Pembantu Direktur Politeknik Industri Logam Morowali.

Akun Instagran @Poltek_Morowali dan akun facebook @Politeknik Industri Logam Morowali pun mulai diserbu para calon pendaftar. Baik hanya sekedar bertanya maupun memastikan persyaratan pendaftaran.  

Jenjang pendidikan yang dibuka adalah program diploma III dengan tiga program studi: Teknik Listrik dan Instalasi, Teknik Kimia Mineral, dan Teknik Perawatan Mesin. Para pendaftar hanya dapat memilih satu dari tiga program studi.

Proses pendaftaran mahasiswa baru dilakukan dengan sistem online. Para calon pendaftar dapat melakukan proses registrasi dan pengiriman berkas melalui website “sisformik.pilm.ac.id/pmb”. Lebih lanjut, prosedur dan syarat-syarat pendaftaran lainnya dapat diakses di website “pilm.ac.id”.

“Sistem penerimaan mahasiswa baru berbasis online ini bertujuan menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi. Dengan demikian, peserta yang lolos  nantinya betul-betul mahasiswa pilihan, dengan kualitas akademik yang mumpuni,” papar Yusdianto , STP., M.Si., Pembantu Direktur Politeknik Industri Logam Morowali.

Link and match” dengan sektor industri.

Politeknik Industri Logam Morowali menganut sistem pendidikan berkonsep link and match dengan kawasan industri. Metode pembelajaran dan kurikulum di PILM berbasis pada kebutuhan industri logam nasional. Proses pengajaran dan kegiatan transfer of knowledge juga mendatangkan dosen dari praktisi industri. Mahasiswa juga dibekali dengan program magang di kawasan industri selama dua semester.

Lulusan PILM ditargetkan mengisi kebutuhan SDM berkualitas di bidang industri pengolahan logam, khususnya di Kawasan Industri Morowali dan kawasan Indonesia bagian timur lainnya.

Dalam pengembangan kualitas akademik, Politeknik Industri Logam Morowali juga bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan ternama. Hingga saat ini, kerja sama telah dijalin dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Politeknik Manufaktur bandung, Politeknik ATI Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan berbagai lembaga pendidikan lainnya. “Fasilitas laboratorium dan workshop kita juga sangat lengkap dan memenuhi standar industri, semua ini untuk kemajuan kualitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri,” pungkas Agus Salim Opu.


Monitoring dan Evaluasi Program Magang Industri

Berbagi Kabar Ini

Salah satu keunggulan Politeknik Industri Logam Morowali adalah hubungan kerja sama yang erat dengan pelaku industri. Melalui program magang ini, mahasiswa PILM dipersiapkan untuk menjadi insan professional dan berkualitas dan siap mendorong kemajuan industri logam nasional.

Program magang industri menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa. Untuk memantau kelancaran program magang, pihak kampus bersama manajemen perusahaan melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) secara rutin. Monev ini dilakukan setiap tiga bulan. Sabtu (29/6) lalu, Pembantu Direktur II Agus Salim Opu memimpin langsung kegiatan Monev terhadap mahasiswa PILM yang melaksanakan program magang di Departemen Power Plant Indonesia Morowali Industrial Park.

Kegiatan ini dihadiri Superintendent Power Plan IMIP, Hilman Jaya, serta pembina magang dari PT. IMIP dan dosen pembimbing program magang industri.

Dalam Monev ini, mahasiswa menyampaikan capaian selama melaksanakan program magang industri yang telah memasuki bulan keempat.

Kegiatan Monev ini menjadi forum komunikasi antara pihak perusahaan, mahasiswa, serta dosen dalam memantau proses magang.

Lewat Monev ini, mahasiswa menyampaikan berbagai hal yang mereka alami selama proses magang. Mahasiswa memandang secara keseluruhan program magang berjalan baik.  Namun, salah satu hal yang menjadi sorotan adalam kendala dalam berkomunikasi dengan mekanik yang berasal dari Tiongkok. Menurut mereka, menerjemahkan bahasa akademis dan istilah-istilah teknis dirasa cukup sulit.

Mahasiswa menyampaikan berbagai hal yang mereka alami selama proses magang. Mahasiswa memandang secara keseluruhan program magang berjalan baik.  Namun, salah satu hal yang menjadi sorotan adalam kendala dalam berkomunikasi dengan mekanik yang berasal dari Tiongkok. Menurut mereka, menerjemahkan bahasa akademis dan istilah-istilah teknis dirasa cukup sulit.

Hal tersebut ditanggapi oleh Justiadi selaku Dosen Teknik Listrik dan Instalasi yang menjadi pembimbing magang industri. Menurutnya, komunikasi memang menjadi kendala yang cukup signifikan dalam proses belajar ketika magang. Karena itu, mahasiswa dituntut untuk proaktif, bertanya dan berkomunikasi secara kreatif. “Misalnya, menggunakan teknologi google translate atau menggunakan bahasa gambar, sehingga pihak mekanik dari luar negeri dapat memahami pertanyaan mahasiswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pembantu DIrektur II Agus Salim Opu menekankan kepada seluruh mahasiswa agar memperhatikan keselamatan dalam proses kerja. Mahasiswa juga dipacu untuk bertanya dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, serta mengenali alat dan proses kerja di perusahaan. Ia menekankan pentingnya memperhatikan segala sesuatu dengan detail.  “Kalian harus rajin bertanya, mencatat, dan memperhatikan segala sesuatu dengan detail. Mahasiswa PILM ketika magang harus jadi problem solver, karena kalian memiliki kualifikasi akademis yang baik sebelum terjun ke lokasi magang,” paparnya.

Program magang industri dilaksanakan selama dua semester, tepatnya pada semester V dan VI. Selama menjalani program magang, mahasiswa mendapat pendampingan dari pihak manajemen di perusahaan.  Dosen pembimbing kerja maang industri pun terlibat aktif dalam memberikan asistensi kepada mahasiswa. Melalui program magang ini, mahasiswa PILM dipersiapkan untuk menjadi insan professional dan berkualitas dan siap mendorong kemajuan industri logam nasional.

Pengabdian Masyarakat: Instalasi Air Bersih untuk SMK Al Khairat

Berbagi Kabar Ini
Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab institusi perguruan tinggi. Melalui program pengabdian masyarakat, sebuah institusi dapat mengukuhkan kontribusinya bagi lingkungan sekitar.

Melalui program-program pengabdian kepada masyarakat, Polieknik Industri Logam Morowali menunjukkan kepedulian serta kjontribusi terhadap masyarakat di lingkungan sekitar. Salah satunya, pada 18-19 Mei lalu. Politeknik Industri Logam Morowali mewujudkan kontribusi peositifnya dengan program pengabdian masyarakat di SMK Al Khairat. Program ini melibatkan Dosen, Teknisi, Staf, dan Mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali.

Terdapat beberapa program yang dijalankan, di antaranya instalasi saluran air bersih, pelatihan pembuatan sabun dan penjernihan air. Melalui program pengabdian masyarakat ini, Politeknik Industri Logam Morowali berupaya memberi peranan positif bagi masyarakat sekitar, khususnya di sektor pendidikan.

Program-program pengabdian masyarakat sendiri merupakan tanggung jawab institusi yang diamanatkan dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Di PILM, program pengabdian masyarakat merupakan kegiatan wajib yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

Yusdianto selaku Pembantu DIrektur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama mengungkapkan, kedepan, Politeknik Industri Logam Morowali akan terus melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan di sekitar PILM. Ia menambahkan, Porgram pengabdian masyarakat ini juga menjadi sarana dalam membuka saluran komunikasi dengan elemen masyarakat di sekitar kampus.[Humas-Kemenperin/PILM]

Pemkab Halmahera Utara Studi Referensi ke Politeknik Industri Logam Morowali

Berbagi Kabar Ini

Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery mengunjungi Politeknik Industri Logam Morowali. Bupati Halut datang bersama bersama jajaran Pemkab Halut dan Direktur Politeknik Perdamaian Halmahera Utara. Kunjungan ke Politeknik Industri Logam Morowali ini merupakan studi referensi  terkait penegerian Politeknik Perdamaian halmahera (Padamara). Selain itu, kunjungan studi ini juga bertujuan konsultasi terkait pembukaan program studi baru.

Kunjungan Pemkab Halut ini diterima oleh Direktur Politeknik Industri Logam Morowali, Prof. Isa Setiasyah Toha. Rombongan Pemkab Halut disambut Direktur PILM bersama dengan para dosen. Diskusi bersama jajaran Pemkab Halut berlangsung selama sekitar dua jam.

Diskusi ini membahas berbagai hal, khususnya terkait pentingnya pemetaan potensi SDA dan kebutuhan SDM di wilayah tersebut. Dengan demikian, program studi yang didirikan nantinya dapat selaras dengan kebutuhan tenaga kerja di industri tersebut.

Prof. Isa memaparkan berbagai hal terkait pendirian program studi yang sesuai dengan Potensi Sumber Daya Alam di daerah. Pembukaan prodi yang sesuai dengan potensi SDA akan memenuhi kebutuhan Industri di daerah tersebut. Dengan demikian, dunia pendidikan dapat berjalan selaras dengan sektor industri. [Humas_PILM]

Sekjen Kemenperin Kunjungi Politeknik Industri Morowali

Berbagi Kabar Ini

Politeknik Industri Logam Morowali kedatangan tamu istimewa.  Pada Kamis (16/5) lalu, rombongan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar N dating berkunjung. Sekjen didampingi Jajarab Pejabat serta staf Kementerian Perindustrian. Selain itu, Sekjen juga datang bersama Komisaris dan Direktur Utama PT. INKA, serta perwakilan PT. IMIP. Kehadiran Sekjen Kemenperin disambut langsung oleh Direktur PILM, Prof. Isa Setiasyah Toha.

Kunjungan Sekjen Kemenperin ke Politeknik Industri Logam Morowali merupakan moen khusus. Pasalnya, dalam kunjungan ini Sekjen meninjau perkembangan di Politeknik Industri Logam Morowali. Sekjen memantau berbagai perkembangan positif yang terjadi di PILM.

Selama hampir dua jam Sekjen mengunjungi gedung PILM. Sekjen juga menilik berbagai fasilitas yang ada di PILM. Selain bangunan gedung, Sekjen mengapresiasi fasilitas akademik, khususnya perlengkapan praktikum mahasiswa.

Sekjen melihat langsung pengoperasian berbagai peralatan praktikum di laboratorium. Satu per satu laboratorium dikunjungi, mulai dari Lab. Teknik Listrik dan Instalasi, Lab. Teknik Kimia Mineral, hingga Workshop Teknik Perawatan Mesin. Sekjen memberikan apresiasi positif atas berbagai kemajuan pesat yang telah terwujud di Politeknik Industri Logam Morowali. [Humas-PILM]

Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional, Pimpinan PILM Bertolak Ke Tiongkok

Berbagi Kabar Ini

Kerja Sama antara sektor pendidikan dengan sektor Industri merupakan hal yang sangat siginifikan untuk dilakukan. Berbekal program kerja sama dengan sektor industri, keselarasan antara kurikulum dan metode pendidikan dengan kebutuhan sektor industri dapat diwujudkan. Beranjak dari kesadaran ini, Politeknik Industri Logam Morowali terus menguatkan jalinan kerja sama dengan kalangan industri serta institusi pendidikan baik dalam skala nasional maupun internasional. Pada 21 April lalu, perwakilan Politeknik Industri Logam Morowali bertolak ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam Rangka Percepatan Pengembangan Politeknik Industri Logam Morowali. Kunjungan yang berlangsung hingga 29 April ini dilakukan atas Undangan Industri.

Kunjungan ini dilakukan oleh Direktur Politeknik Industri Logam Morowali, Prof. Isa Setiasyah Toha bersama Pembantu Direktur III Politeknik Industri Logam Morowali, Yusdianto, S.T.P., M.Si., serta Dewan Penyantun Politeknik Industri Logam Morowali yang juga merupakan pakar metalurgi, Dr. Zulfiadi Zulhan. Ketiganya mengunjugi Delong Steel, Xingtai Polytechnic College, dan Heibei Institute of Mechanical and Electrical Technology.

Delong Steel merupakan salah satu perusahaan baja milik swasta di Tiongkok. Delong Steel berlokasi sekitar 5 km dari pusat kota Xingtai di Propinsi Hebei. Produksi baja sekitar 3 juta ton per tahun dengan jumlah karyawan sekitar 3.500. Teknologi yang digunakan untuk menghasilkan besi wantah (hot metal) adalah blast furnace.

Sementara itu, Xingtai Polytechnic College(XPC) terletak di kota Xingtai, provinsi Hebei. Didirikan pada Agustus 1979 di lokasi milik North China Agricultural Mechanization College (sekarang menjadi China Agricultural University), dengan program studi utamanya adalah rekayasa (engineering). XPC merupakan institusi negeri yang didedikasikan untuk mendidik kemampuan teknikal praktis yang berkualitas dalam berbagai bidang, antara lain Rekayasa Otomobil, Rekayasa Mekatronik, Rekayasa Elektrikal, Rekayasa Informatika, Rekayasa Arsitektur, serta Rekayasa Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

Kunjungan terakhir dilakukan ke Hebei Hebei Institute Of Mechanical And Electrical Technology (HIMET). HIMET didirikan pada Tahun 1956. Berlokasi di kota Xingtai Propinsi Hebei. Saat ini mempunyai mahasiswa lebih dari 10.000 orang pada 41 program studi. Dengan program studi utama mechanical engineering, electrical engineering dan automotive engineering.

Berdasarkan tinjauan terhadap kegiatan pabrik Delong Steel dan dua institusi pendidikan tinggi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Xingtai Polytechnic College (XPC) memiliki program-program pendidikan, fasilitas lab/workshop, dan pelatihan yang selaras dengan Politeknik Industri Logam Morowali.

Dari kunjungan ini, Politeknik Industri Logam Morowali menjajaki berbagai peluang kerja sama. Bentuk kerjasama antara XPC dengan Politeknik Industri Logam Morowali yang perlu dilakukan antara lain: Penyusunan dan pelaksanaan program pelatihan.Penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan dalam program studi Pemrosesan Logam/Metalurgi, Daya Elektonika, dan Lingkungan Industri.Pengembangan/pembuatan peralatan pendidikan.Penelitian Terapan untuk industri logam.

Lewat kunjungan ini pula terlahir Memorandum Of Understanding (MoU) antara Politeknik Industri Logam Morowali dengan Xingtai Polytechnic College, China. MoU ini berisi kesepakatan dalam berbagai peluang kerja sama, seperti Pertukaran Progam Pendidikan, Pertukaran Mahasiswa, Kerja Sama Program Riset, Kerja Sama Program Kebudayaan, dan berbagai peluang kerja sama lainnya.

Pembantu DIrektur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Yusdianto, S.T.P., M.Si., mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjadi pembuka jalan dalam menjalin kerja sama internasional antara PILM dengan institusi pendidikan dan industri di luar negeri. Ia juga menekankan pentingnya penjajakan lebih lanjut atas rencana kerja sama ini. Ia menekankan, pentingnya follow-up pasca penandatanganan MoU agar kerja sama PILM dalam skala internasional ini dapat terwujud. [Humas-Kemenperin/PILM]

[Photo Story] Baris-Berbaris, Asah Kedisiplinan

Berbagi Kabar Ini

Awali Pendidikan Kewarganegaraan dengan Sikap Disiplin dan Cinta Tanah Air

Teriknya matahari tak menyurutkan semangat mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali dalam melaksanakan kegiatan kesamaptaan pada Jumat (12/4). Meski bermandi keringat, mahasiswa mempraktikkan materi kedisiplinan dan baris berbaris dengan penuh semangat.

Latihan baris-berbaris ini salah satu metode mengasah kedsiplinan dan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air. Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini dibimbing oleh aparat kepolisian dan aparat TNI sektor Bahodopi.  Kegiatan ini menandai dimulainya Pendidikan Kewarganegaraan yang akan diampu oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syahrul selama satu semester kedepan. [Humas/PILM]

Manajemen PT Semen Tonassa Kunjungi Politeknik Industri Logam Morowali

Berbagi Kabar Ini

Perwakilan Manajemen PT. Tonassa mengunjungi Politeknik Industri Logam Morowali. Kunjungan ini berlangsung pada Rabu (10/4) siang. Para perwakilan disambut langsung oleh Direktur Politeknik Industri Logam Morowali, Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha M.Sc. beserta Pembantu Direktur III Politeknik Industri Logam Morowali, Yusdianto, STP., M.Si.

PT Semen Tonasa merupakan produsen semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Perusahaan ini menempati lahan seluas 715 hektar di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 kilometer dari kota Makassar. 

Lokasi pabrik yang berada di Sulawesi Selatan merupakan daerah strategis untuk mengisi kebutuhan semen di daerah Indonesia Bagian Timur. Dengan didukung oleh jaringan distribusi yang tersebar dan diperkuat oleh sembilan unit pengantongan semen yang melengkapi sarana distribusi penjualan, telah menjadikan perseroan sebagai pemasok terbesar di kawasan tersebut. Unit pengantongan semen berlokasi di Palu, Banjarmasin, Bitung, Kendari, Ambon dan Mamuju dengan kapasitas masing-masing 300.000 ton semen per tahun serta di Makassar, Bali, dan Samarinda dengan kapasitas masingmasing 600.000 ton semen per tahun .

Dalam kunjungan ini perwakilan PT Semen Tonassa berkeliling melihat berbagai fasilitas praktik dan fasilitas akademik di Politeknik Industri Logam Morowali.

Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kondisi dan perkembangan Politeknik Industri Logam Morowali. Dalam kunjungan ini, perwakilan PT. Semen Tonassa didampingi perwakilan PT. IMIP. Kunjungan ini sekaligus bertujuan melihat peluang kolaborasi, baik di bidang akademik, transfer of knowledge, maupun pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Tenaga Ahli Japan International Cooperation Agency Kunjungi Politeknik Industri Logam Morowali

Berbagi Kabar Ini

Tenaga Ahli Japan International Cooperation Agency(JICA) mengunjungi Politeknik Industri Logam Morowali. Kunjungan ini berlangsung pada Kamis, 4 Maret 2019. Kunjungan ini bertujuan mengetahui perkembangan dan kegiatan di Politeknik Industri Logam Morowali, serta melihat fasilitas pendidikan yang ada di Politeknik Industri Logam Morowali. Perwakilan JICA disambut langsung oleh Yusdianto, Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Industri Logam Morowali.

Dalam kunjungan ini, JICA diwakili Tsutomu Nagae, Tenaga Ahli JICA bidang Industrial Development, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian. Bersama Pimpinan dan Staf PILM, Tsutomu Nagae berkeliling meninjau berbagai fasilitas pendidikan yang ada di Politeknik Industri Logam Morowali.


Yusdianto selaku Pembantu DIrektur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama memaparkan kondisi terkini di Politeknik Industri Logam Morowali. Hingga kini, fasilitas pendidikan di Politeknik Industri Logam Morowali terbilang cukup lengkap. Kondisi ini tercermin dari berbagai peralatan praktikum yang tersedia di Laboratorium Prodi Teknik Kimia Mineral, Prodi Teknik Listrik dan Instalasi, serta Workshop Prodi Teknik Perawatan Mesin. Selain itu, berbagai fasilitas tersebut juga telah memenuhi standar yang dipergunakan oleh pelaku industri.

Tak hanya fasilitas pendidikan, kurikulum dan metode pendidikan di Politeknik Industri Logam Morowali juga link and match dengan sektor industri. Kondisi tersebut bisa dilihat dari perancangan kurikulum yang melibatkan kalangan industri, ketersediaan Dosen Industri yang merupakan praktisi industri, serta program magang industri selama 2 semester. Dengan kondisi ini, lulusan PILM nantinya ditargetkan mengisi kebutuhan industri terhadap SDM berkualitas dan profesional yang siap kerja. Tak ayal, berbagai kemajuan di PILM ini mengundang apresiasi dari Tsutomu Nagae, Tenaga Ahli JICA bidang Industrial Development, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian.