Pelantikan Mahasiswa Baru PILM: Cetak Generasi Tangguh Penggerak Industri Logam Nasional

Berbagi Kabar Ini

“Mahasiswa juga dituntut untuk peka terhadap lingkungan serta masyaraka di kawasan industri yang tengah berkembang pesat.” -Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha, Direktur Politeknik Industri Logam Morowali

Suasana hikmat dan meriah mewarnai Upacara Pelantikan Mahasiswa Baru dan Kuliah Perdana Politeknik Industri Logam Morowali-Kementerian Perindustrian(PILM) Angkatan 2019. Perhelatan yang berlangsung pada  Senin (02/09) ini dihadiri seluruh Pimpinan PILM serta Direktur Operasional PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Irsan Wijaya, dan Manager HRD PT. IMIP Achmanto Mendatu.

Seluruh mahasiswa barun PILM merupakan putra – puteri terbaik yang disaring melalui proses seleksi yang kompetitif di empat kota: Morowali, Palu, Kendari, dan Makassar. Selain dari pulau Sulawesi, mahasiswa baru PILM ini berasal dari berbagai daerah, antara lain: Semarang, Balikpapan, dan kota-kota lain di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Industri Logam Morowali Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha menyampaikan apresiasinya. Prof. Isa menegaskan, mahasiswa baru PILM merupakan SDM unggul yang terseleksi melalui serangkaian ujian. Prof. Isa juga mengungkapkan bahwa mahasiswa baru PILM dituntut untuk cepat beradaptasi terhadap atmosfer kampus yang link and match dengan sector industri. “Mahasiswa baru harus tekun dan giat dalam belajar agar dapat menyerap dan menguasai materi dari kurikulum dan metode pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan industri,” papar Guru Besar Insttitut Teknologi Bandung ini.

Lebih lanjut, Prof. Isa juga mendorong mahasiswa agar akrab dengan alam dan masyarakat di lingkungan sekitar kampus. “Mahasiswa juga dituntut untuk peka terhadap lingkungan serta masyaraka di kawasan industri yang tengah berkembang pesat,” papar Prof. Isa, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Politeknik Manufaktur Bandung.

Hal senada diungkapkan Direktur Operasional PT. IMIP, Irsan Widjaja. Ia menekankan pentingnya mengasah skill dan pengetahuan agar mahasiswa baru PILM mampu menjadi generasi professional, berkualitas, kompeten, dan kompetitif. Irsan menegaskan, kerjasama antara PT. IMIP dan PILM akan semakin kuat serta menghasilkan kontribusi positif, tak hanya bagi sektor industri tapi juga bagi Indonesia.

Berguru pada Alam: Pelatihan Lifeskill MAPALA Politeknik Industri Logam Morowali

Berbagi Kabar Ini
??

Terik sinar matahari tak menyurutkan semangat para anggota Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Industri Logam Morowali.

??


Tak kurang dari 26 orang peserta yang merupakan anggota Mapala PILM angkatan 2018 dan 2019 antusias mengikuti kegiatan ini. Pada Minggu 4 Agustus Siang, mereka bersiap memulai program pelatihan Lifeskill yang akan berjalan hingga empat hari kedepan.

Para anggota Mapala mendapat pendampingan dan pengajaran intensif dari instruktur profesional Wanadri, sebuah komunitas pecinta alam yang berbasis di Bandung, Jawa Barat.

Tak hanya di kawasan kampus, Pelatihan lifeskill ini juga berlangsung di lingkungan kampus serta kawasan hutan dan sumber air Desa Bete-bete, Morowali, Sulawesi Tengah.

Berbagai materi seputar penjelajahan alam terbuka, mulai dari Pengantar Kegiatan Alam Terbuka, Mountaineering, Iklim Medan & Penaksiran, Perencanaan Perjalanan, Peralatan dan Perbekalan, Navigasi Darat, hingga Materi Simulasi Botani & Zoologi Praktis serta berbagai pengetahuan lainnya.

Tak hanya menjadi ajang melatih skill dan materi seputar eksplorasi alam,l kegiatan ini juga kian meneguhkan semangat untuk mencintai dan hidup berdampingan dengan alam.

Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Morowali: Asah Lifeskill di Alam Terbuka

Berbagi Kabar Ini
??

Semangat dan keberanian tampak menyala di mata para anggota Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Industri Logam Morowali. Terik Matahari pada Minggu, 4 Agustus itu tak menyurutkan nyali mereka. Sebanyak 26 anggota Mapala Politeknik Industri Logam Morowali ini berbaris tegap, siap memulai upacara pembukaan Pelatihan Dasar Lifeskill bagi anggota Mapala PILM.

??

Selama empat hari kedepan mereka akan mendapatkan berbagai materi seputar alam terbuka, mountaineering, navigasi darat, survival, hingga simulasi bitani dan zoologi praktis, simulasi air, simulasi api, simulasi trap, dan berbagai pengetahuan lain, khususnya seputar penjelajahan di alam terbuka.

Tak kurang dari 26 anggota Mapala Politeknik Industri Logam Morowali ini dilatih untuk terjun langsung di Kawasan Hutan Desa Bete-bete, Morowali.


Selama 4 hari, para petualang muda ini mendapatkan serta mengasah pengetahuan mereka melalui praktik langsung di alam liar.

Pelatihan lifeskill untuk Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Politeknik Industri Logam Morowali berlangsung di lingkungan kampus serta kawasan hutan dan sumber air Desa Bete-bete, Morowali, Sulawesi Tengah.

Peserta kegiatan yang berjumlah 26 orang yang merupakan anggota Mapala PILM angkatan 2018 dan 2019. Pelatihan ini mengundang instruktur profesional dari Pecinta Alam Wanadri, Bandung, Jawa Barat.

PILM Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3

Berbagi Kabar Ini

Antusiasme mewarnai pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum di Politeknik Industri Logam Morowali. Pembukaan Program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum ini diselenggarakan pada Senin (22/7) pagi. Pelatihan dan Sertifikasi ini diikuti oleh segenap Dosen, Teknisi, dan Instruktur Politeknik Industri Logam Morowali.

Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum ini bertempat di Gedung Pusat Inovasi, Politeknik Industri Logam Morowali. Mendatangkan fasilitator dari Phitagoras Training and Consulting, Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum ini diharapkan dapat menjadi tonggak dalam penerapan standar K3 di lingkungan Politeknik Industri Logam Morowali. Adapun pemateri dalam pelatihan ini berasal dari Dinas Ketenagakerjaan Sulawesi Tengah serta Kementerian Ketenagarejaan Pusat.

Pelatihan yang berlangsung hingga 3 Agustus mendatang ini mencakup beragam materi, baik teori maupun praktik. Berbekal pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Yusdianto selaku Pembantu Direktur II Politeknik Industri Logam Morowali memaparkan, pelatihan dan sertifikasi ini bertujuan menanamkan prinsip K3, khususnya dalam keseharian proses belajar – mengajar di laboratorium dan workshop. Lebih lanjut, para dosen serta teknisi laboratiorium diharapkan dapat mengajarkan pelaksanaan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja dalam praktik belajar – mengajar di lingkungan Politeknik Industri Logam Morowali.

Wujudkan Peranan lewat Pengabdian Masyarakat

Berbagi Kabar Ini

Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu tugas perguruan tinggi yang termaktub dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui program pengabdian masyarakat, institusi pendidikan mewujudkan peranannya dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi Politeknik Industri Logam Morowali dalam menyelenggarakan berbagai program pengabdian masyarakat. Pada Senin (8/7) lalu misalnya, Program Studi Teknik Listirik dan Instalasi Politeknik Industri Morowali menyerahkan bantuan berupa peralatan praktikum teknik instalasi tenaga listrik. Bantuan ini diserahkan kepada SMK Negeri 1 Bungku Barat. Peserta kegiatan ini adalah seluruh Dosen dan Teknisi Program Studi Teknik Listrik dan Instalasi Politeknik Industri Logam Morowali.

Sebanyak 7 orang Dosen dan Teknisi Program Studi Teknik Listrik dan Instalasi menyerahkan bantuan ini ke SMKN 1 Bungku Barat. Bantuan ini diterima langsung oleh perwakilan sekolah, guru, serta siswa SMKN 1 Bungku Barat.

Pembantu Direktur III PILM Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Yusdianto, menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini. Yusdianto menyatakan, program-program semacam ini sangat bermanfaat dalam menunjukkan peranan PILM terhadap lingkungan sekitar. Yusdianto berharap, melalui bantuan peralatan [raktikum ini para siswa SMKN 1 Bungku Barat dapat lebih bersemangat dalam belajar.

Lebih lanjut Yusdianto mengungkapkan, program-program bantuan terhadap sekolah-sekolah di sekitar politeknik Industri Logam Morowali akan terus dilaksanakan.

“Program pengabdian masyarakat ini akan kita selenggarakan secara rutin. Dengan demikian, akan semakin banyak elemen masyarakat yang merasakan dampak positif dari kehadiran Politeknik Industri Logam Morowali,” pungkasnya. [Humas-Kemenperin/PILM]

#PILMORA2019: Laga Kreativitas Mahasiswa

Berbagi Kabar Ini

 Suasana hangat dan meriah mewarnai perhelatan Pekan Ilmiah mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali (Pilmora) pada 5-6 Juli 2019. Di salah satu sudut aula Perpustakaan, beberapa mahasiswa tampak berpose sembari berswafoto di photobooth bertemakan instagram Pilmora. Perhelatan tahunan ini memang menjadi wadah bagi mahasiswa PILM dalam menyalurkan kreativitas dan inovasi. Dalam edisi perdana ini, Pilmora 2019 mengusung tema “Membangun Generasi Milenial Indonesia Berwawasan Revolusi Industri 4.0”.

Pilmora2019 digagas untuk menjadi ajang unjuk kebolehan mahasiswa PILM dalam berbagai bidang. Para mahasiswa memamerkan bakat mereka lewat kompetisi Desain Poster, Orasi Ilmiah, Penulisan Artikel Ilmiah, hingga Produksi Video Dokumenter.

Perhelatan pilmora memang menjadi pesta yang mempertemukan kreativitas, jiwa intelektual, serta semangat inovasi mahasiswa PILM. Maka, jangan heran jika mahasiswa Teknik Listri dan Istalasi dan Teknik Perawatan Mesin menumpahkan bakat seni mereka dalam komposisi warna dan visual dalam desain poster.

Ada pula mahasiswa Teknik  Kimia Mineral yang berorasi layaknya politikus saat mempresentasikan artikel ilmiah mereka. Ajang tahunan ini seakan menjadi ajang pembuktian mahasiswa dalam penguasaan softskill di luar pendidikan eksakta yang mereka dapatkan sehari-hari.

#PILMORA2019: Ajang Kreativitas Mahasiswa

Berbagi Kabar Ini

 Suasana hangat dan meriah mewarnai perhelatan Pekan Ilmiah mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali (Pilmora) pada 5-6 Juli 2019. Di salah satu sudut aula Perpustakaan, beberapa mahasiswa tampak berpose sembari berswafoto di photobooth bertemakan instagram Pilmora. Perhelatan tahunan ini memang menjadi wadah bagi mahasiswa PILM dalam menyalurkan kreativitas dan inovasi. Dalam edisi perdana ini, Pilmora 2019 mengusung tema “Membangun Generasi Milenial Indonesia Berwawasan Revolusi Industri 4.0”.

Pilmora2019 digagas untuk menjadi ajang unjuk kebolehan mahasiswa PILM dalam berbagai bidang. Para mahasiswa memamerkan bakat mereka lewat kompetisi Desain Poster, Orasi Ilmiah, Penulisan Artikel Ilmiah, hingga Produksi Video Dokumenter.

Perhelatan pilmora memang menjadi pesta yang mempertemukan kreativitas, jiwa intelektual, serta semangat inovasi mahasiswa PILM. Maka, jangan heran jika mahasiswa Teknik Listri dan Istalasi dan Teknik Perawatan Mesin menumpahkan bakat seni mereka dalam komposisi warna dan visual dalam desain poster.

Ada pula mahasiswa Teknik  Kimia Mineral yang berorasi layaknya politikus saat mempresentasikan artikel ilmiah mereka. Ajang tahunan ini seakan menjadi ajang pembuktian mahasiswa dalam penguasaan softskill di luar pendidikan eksakta yang mereka dapatkan sehari-hari.

Pengabdian Masyarakat: Instalasi Air Bersih untuk SMK Al Khairat

Berbagi Kabar Ini
Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab institusi perguruan tinggi. Melalui program pengabdian masyarakat, sebuah institusi dapat mengukuhkan kontribusinya bagi lingkungan sekitar.

Melalui program-program pengabdian kepada masyarakat, Polieknik Industri Logam Morowali menunjukkan kepedulian serta kjontribusi terhadap masyarakat di lingkungan sekitar. Salah satunya, pada 18-19 Mei lalu. Politeknik Industri Logam Morowali mewujudkan kontribusi peositifnya dengan program pengabdian masyarakat di SMK Al Khairat. Program ini melibatkan Dosen, Teknisi, Staf, dan Mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali.

Terdapat beberapa program yang dijalankan, di antaranya instalasi saluran air bersih, pelatihan pembuatan sabun dan penjernihan air. Melalui program pengabdian masyarakat ini, Politeknik Industri Logam Morowali berupaya memberi peranan positif bagi masyarakat sekitar, khususnya di sektor pendidikan.

Program-program pengabdian masyarakat sendiri merupakan tanggung jawab institusi yang diamanatkan dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Di PILM, program pengabdian masyarakat merupakan kegiatan wajib yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

Yusdianto selaku Pembantu DIrektur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama mengungkapkan, kedepan, Politeknik Industri Logam Morowali akan terus melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan di sekitar PILM. Ia menambahkan, Porgram pengabdian masyarakat ini juga menjadi sarana dalam membuka saluran komunikasi dengan elemen masyarakat di sekitar kampus.[Humas-Kemenperin/PILM]

Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional, Pimpinan PILM Bertolak Ke Tiongkok

Berbagi Kabar Ini

Kerja Sama antara sektor pendidikan dengan sektor Industri merupakan hal yang sangat siginifikan untuk dilakukan. Berbekal program kerja sama dengan sektor industri, keselarasan antara kurikulum dan metode pendidikan dengan kebutuhan sektor industri dapat diwujudkan. Beranjak dari kesadaran ini, Politeknik Industri Logam Morowali terus menguatkan jalinan kerja sama dengan kalangan industri serta institusi pendidikan baik dalam skala nasional maupun internasional. Pada 21 April lalu, perwakilan Politeknik Industri Logam Morowali bertolak ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam Rangka Percepatan Pengembangan Politeknik Industri Logam Morowali. Kunjungan yang berlangsung hingga 29 April ini dilakukan atas Undangan Industri.

Kunjungan ini dilakukan oleh Direktur Politeknik Industri Logam Morowali, Prof. Isa Setiasyah Toha bersama Pembantu Direktur III Politeknik Industri Logam Morowali, Yusdianto, S.T.P., M.Si., serta Dewan Penyantun Politeknik Industri Logam Morowali yang juga merupakan pakar metalurgi, Dr. Zulfiadi Zulhan. Ketiganya mengunjugi Delong Steel, Xingtai Polytechnic College, dan Heibei Institute of Mechanical and Electrical Technology.

Delong Steel merupakan salah satu perusahaan baja milik swasta di Tiongkok. Delong Steel berlokasi sekitar 5 km dari pusat kota Xingtai di Propinsi Hebei. Produksi baja sekitar 3 juta ton per tahun dengan jumlah karyawan sekitar 3.500. Teknologi yang digunakan untuk menghasilkan besi wantah (hot metal) adalah blast furnace.

Sementara itu, Xingtai Polytechnic College(XPC) terletak di kota Xingtai, provinsi Hebei. Didirikan pada Agustus 1979 di lokasi milik North China Agricultural Mechanization College (sekarang menjadi China Agricultural University), dengan program studi utamanya adalah rekayasa (engineering). XPC merupakan institusi negeri yang didedikasikan untuk mendidik kemampuan teknikal praktis yang berkualitas dalam berbagai bidang, antara lain Rekayasa Otomobil, Rekayasa Mekatronik, Rekayasa Elektrikal, Rekayasa Informatika, Rekayasa Arsitektur, serta Rekayasa Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

Kunjungan terakhir dilakukan ke Hebei Hebei Institute Of Mechanical And Electrical Technology (HIMET). HIMET didirikan pada Tahun 1956. Berlokasi di kota Xingtai Propinsi Hebei. Saat ini mempunyai mahasiswa lebih dari 10.000 orang pada 41 program studi. Dengan program studi utama mechanical engineering, electrical engineering dan automotive engineering.

Berdasarkan tinjauan terhadap kegiatan pabrik Delong Steel dan dua institusi pendidikan tinggi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Xingtai Polytechnic College (XPC) memiliki program-program pendidikan, fasilitas lab/workshop, dan pelatihan yang selaras dengan Politeknik Industri Logam Morowali.

Dari kunjungan ini, Politeknik Industri Logam Morowali menjajaki berbagai peluang kerja sama. Bentuk kerjasama antara XPC dengan Politeknik Industri Logam Morowali yang perlu dilakukan antara lain: Penyusunan dan pelaksanaan program pelatihan.Penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan dalam program studi Pemrosesan Logam/Metalurgi, Daya Elektonika, dan Lingkungan Industri.Pengembangan/pembuatan peralatan pendidikan.Penelitian Terapan untuk industri logam.

Lewat kunjungan ini pula terlahir Memorandum Of Understanding (MoU) antara Politeknik Industri Logam Morowali dengan Xingtai Polytechnic College, China. MoU ini berisi kesepakatan dalam berbagai peluang kerja sama, seperti Pertukaran Progam Pendidikan, Pertukaran Mahasiswa, Kerja Sama Program Riset, Kerja Sama Program Kebudayaan, dan berbagai peluang kerja sama lainnya.

Pembantu DIrektur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Yusdianto, S.T.P., M.Si., mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjadi pembuka jalan dalam menjalin kerja sama internasional antara PILM dengan institusi pendidikan dan industri di luar negeri. Ia juga menekankan pentingnya penjajakan lebih lanjut atas rencana kerja sama ini. Ia menekankan, pentingnya follow-up pasca penandatanganan MoU agar kerja sama PILM dalam skala internasional ini dapat terwujud. [Humas-Kemenperin/PILM]

Tenaga Ahli Japan International Cooperation Agency Kunjungi Politeknik Industri Logam Morowali

Berbagi Kabar Ini

Tenaga Ahli Japan International Cooperation Agency(JICA) mengunjungi Politeknik Industri Logam Morowali. Kunjungan ini berlangsung pada Kamis, 4 Maret 2019. Kunjungan ini bertujuan mengetahui perkembangan dan kegiatan di Politeknik Industri Logam Morowali, serta melihat fasilitas pendidikan yang ada di Politeknik Industri Logam Morowali. Perwakilan JICA disambut langsung oleh Yusdianto, Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Industri Logam Morowali.

Dalam kunjungan ini, JICA diwakili Tsutomu Nagae, Tenaga Ahli JICA bidang Industrial Development, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian. Bersama Pimpinan dan Staf PILM, Tsutomu Nagae berkeliling meninjau berbagai fasilitas pendidikan yang ada di Politeknik Industri Logam Morowali.


Yusdianto selaku Pembantu DIrektur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama memaparkan kondisi terkini di Politeknik Industri Logam Morowali. Hingga kini, fasilitas pendidikan di Politeknik Industri Logam Morowali terbilang cukup lengkap. Kondisi ini tercermin dari berbagai peralatan praktikum yang tersedia di Laboratorium Prodi Teknik Kimia Mineral, Prodi Teknik Listrik dan Instalasi, serta Workshop Prodi Teknik Perawatan Mesin. Selain itu, berbagai fasilitas tersebut juga telah memenuhi standar yang dipergunakan oleh pelaku industri.

Tak hanya fasilitas pendidikan, kurikulum dan metode pendidikan di Politeknik Industri Logam Morowali juga link and match dengan sektor industri. Kondisi tersebut bisa dilihat dari perancangan kurikulum yang melibatkan kalangan industri, ketersediaan Dosen Industri yang merupakan praktisi industri, serta program magang industri selama 2 semester. Dengan kondisi ini, lulusan PILM nantinya ditargetkan mengisi kebutuhan industri terhadap SDM berkualitas dan profesional yang siap kerja. Tak ayal, berbagai kemajuan di PILM ini mengundang apresiasi dari Tsutomu Nagae, Tenaga Ahli JICA bidang Industrial Development, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian.